Tugas Pengantar Antropologi
1. Bagaimana memindai personality dibangun atas pilar pengetahaun, perasaan, dan nauluri dalam tindakan manusia?.
Dalam kehidupan manusia ketiga pilar ( pengetahuan, perasaan, dan naluri ) itu sangat mendukung atau berpengaruh sekali dalam kepribadian seseorang. Artinya pilar-pilar itu merupakan hal yang penting yang terkait dan tidak bias dipisahkan. Apabila yang sartu muncul atau lebih kuat maka yang lainnya akan muncul untuk mengikuti dari tindakan yang pertama.
Jadi kita bisa mengamati kepribadian yang dibangun atas beberapa pilar yang ada dalam diri manusia. Oleh karena itu pilar-pilar ini dapat terlihat atau dapat diwujudkan dalam tindakan manusia. Maka untuk lebih jelasnya kita lihat satu persatu dari pilar tersebut.
1. Pengetahuan
Pengetahuan merupakan unsur kepribadian seseorang yang dapat diperoleh melalui pengalaman,latihan, belajar, dan lain-lain. Dimana dari pengetahuan ini, sangat terlihat sekali tindakan-tindakan manusia itu agar dapat memperoleh pengetahuan tersebut. Agar semua itu terpenuhi maka ada berbagai macam cara untuk melakukannya agar seseorang itu dapat memperoleh pengetahuan, seperti membaca, mendengarkan seminar, mendengarkan pengajian, browsing internet, dan lain-lain. Dimana dari semua itu merupakan tindakan-tindakan manusia yang dapat kita lihat atau yang dapat kita amati, dari kepribadian seseorang dengan pilar pengetahuan. Dan juga bisa memberikan kepuasan kepada seseorang tersebut setelah pilar pengetahuan ini terpenuhi.
2. Perasaan
Perasaan merupakan suatu kesadaran dalam diri manusia yang karena adanya pengaruh dari pengatahuan. Kepribadian seseorang itu dapat kita amati melalui perasaan seseorang tersebut. Jadi perasaan seseorang itu dapat terlaksana tindakan-tindakannya apabila seseorang itu memiliki pengetahuan tentang apa yang dia rasakan sekarang dan yang dia rasakan sebelumnya.
Sebagai contoh :
Seseorang yang sedang menonton TV dan kebetulan film yang dia lihat itu adalah film yang sangat sedih sekali, secara tidak sadar perasaannya terbawa oleh suasana yang terjadi di dalam film tersebut dan akhirnya menangis.
Artinya seseorang itu sudah pernah mengalami kejadian yang serupa, dengan pengetahuannya yang membuat perasaannya sama seperti dia menonton film tersebut, yang dia rasa bahwa kejadin itu benar-benar terjadi pada dirinya. Dan tidak menutup kemungkinan dia juga tidak pernah mengalami kejadian yang seperti itu, namun dengan pengetahuan yang dia miliki maka perassaan itupun juga akan muncul pada dirinya, mungkin karena dia iba, kasihan, dll, yang bisa membuat dirinya menangis juga . Nah, dengan melalui pengetahuanlah seseorang tersebut bisa terpukau degan apa yang dia lihat disekitarnya.
Jadi tindakan dari perassaan itu sangat terlihat sekali pada diri seseorang tersebut.
3. Naluri
Naluri atau dorongan naluri merupakan sebuah dasar dari kepribadian seseorang atau dalam kehidupan seseorang. Bahwa naluri itu harus dipenuhi oleh setiap orang. Jadi bagaimana dengan tindakan seseorang agar rasa naluir itu bisa terpenuhi. Kita kembali kepembahasan awal bahwa dari tiga pilar itu tidak bisa dipisah atau dikotak-kotakkan, karena kesemuanya itu saling terkait satu sama lain.
Dalam halnya naluri, bahwa naluri harus harus dibarengi dengan pengetahuan dan perasaan. Dsan mustahil naluri seseorang akan tercapai tanpa adanya pengetahuan dan perasaan.
Saya ambil satu contoh : dari hal yang paling dasar. Yaitu dorongan naluri untuk makan. Dari sisni kita bisa mengamati bagaimana tindakan seseorang dalam memenuhi kebutuhan nalurinya itu, yang disertai dengan pengertahuan dan perasaan.
1. Pengetahuan——-} cara memasak ( saya ambil satu contoh ), artinya tidak akan jadi atau enak suatu makanan atau masakan itu tanpa adanya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Bisa jadi masakan yang dia buat akan menjadi asin rasanya, karena kebanyakan garam dan tidak ada rasa sama sekali, karena tidak ada campuran bumbu yang dia berikan. Jadi pengetahuan itu perlu sekali dalam memenuhi kebutuhan naluri.
2. Perasaan——–} yaitu adanya rasa lapar yang dirasakan oleh seseorang tersebut, artinya seseorang yang merasa lapar, maka dia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya itu dengan mencari makanan atau memasak makanan, agar kebutuhan dari rasa laparnya itu akan terpenuhi.
2. Jelaskan, dan mantapkan dengan contoh konkret, bagaimana tiga wujud kebudayaan terpindai pada kebudayaan suatu masyarakat?
Untuk menjawab ini maka kita harus mengetahui apa-apa saja wujud dari kebudayaan itu.
1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dsb.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Melalui ketiga wujud kebudayaan inilah manusia berusaha manyempurnakan hidupnya, sehingga ia menghasilakan lingkungan hidup tertentu yang semakin lama semakin menjauhkan manusia tersebut dari lingkungan alamiahnya, mempengaruhi pola-pola perbuatannya, dan bahkan juga mempengaruhi pola atau cara berpikirnya. Dalam kehidupan nyata ketiga wujud kebudayaaan ini tidak terpisah satu dengan yang lainnya, melainkan merupakan unsur-unsur kebudayaan masyarakat yang saling terkait dan terpadu sebagai suatu system kebudayaan suatu masyarakat.
Dari ketiga wujud kebudayaan ini yang pertamakali yaitu adanya sebuah ide atau pemikiran dari individu atau kelompok yang memberi jiwa pada kelompok masyarakat, apakah nantinya ide itu terlaksana atau tidak. Lalu dengan adanya ide yang terlaksana, maka disitu timbul sebuah aktivitas untuk meneruskan sebuah ide tersebut kejenjang yang lebih tinggi guna untuk mencapai sebuah hasil yang diharapkan dan akhirnya menjadi sebuah kegiatan atau Usaha yang bisa diterima oleh masyarakat tersebut, karena sudah adanya hasil yang diperoleh melalui ide dan aktivitas.
=====} Contoh Konkretnya:
Sebuah cerita nyata, bahwa disebuah desa, masyarakatnyamemiliki sebuah rencana untuk membuka lahan yang nantinya ingin ditanami pohon karet. Mengingat pohon karet menjanjikan untuk kesejahteraan ekonomi. Adapun rencana ini sudah didengar oleh khalayak banyak. Setelah itu semua warga sepakat untuk membuka lahan baru yang nantinya ditanami pohon karet.——————} Ide
Setelah sepakat, semua warga bersama-sama membersihkan lahan tersebut, dan membeli bibit karet dan kemudian ditanam. ———-} Aktivitas
Dan kemudian (beberapa tahun kemudian ) pohon karet tersebut bisa disadap, setelah melalui proses yang sangat lama.———} Hasil Karya
Jadi inilah menurut saya contoh konkret yang dapat diamati atau dilihat oleh kita. Yang dimana dari semua masyarakat itu menerima dengan baik dari sebuah perencanaan (ide), Usaha-usaha( aktivitas), dan hasil yang diharapkan demi terwujud sebuah budaya yang baru, yang bisa diterima oleh khalayak banyak.
3. Bagaimana kita memaknai konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi, dalam memhamai masyarakat Banjar?
Untuk memahami konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi pada masyarakat Banjar terlebih dahulu kita harus mengetahui konsep dari ketiga ini :
1. Migrasi =====} Perpindahan
2. Akulturasi ======} Adalah pertukaran atau gabungan budaya yang saling mempengaruhi dari suatu kebudayaan dan akhirnya dimasukkan ke dalam kebudayaan asal.
3. Asimilasi======} Adalah Usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat pada masing-masing kebudayaan dalam mementingkan kepentingan dan tujuan bersama.
Dari pengertian ketiga ini kita dapat memahami, bagaiman semua itu bisa terjadi pada masyarakat Banjar. Untuk lebih jelasnya saya akan memaparkan satu persatu, agar semua itu bisa telihat dengan lebih jelas.
——} Untuk yang pertama, yaitu migrasi bahwa konsep dari migrasi itu adalah perpindahan. Jadi untuk memahami konsep ini pada masyarakat Banjar, sangat jelas sekali dengan adanya perpindahan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam mencari kehidupan yang lebih baik.
——} Untuk yang kedua yaitu akulturasi, bahwa sangat jelas sekali untuk masyarakat Banjar itu tidak seratus persen dihuni oleh masyarakat abnjar itu, melainkan terdiri dari bebrapa daerah, seperti orang Hulu Sungai, Orang Kuala, Orang Pahuluan, dall yang menjadi satu dalam kebudayaan Banjar, itu dilihat secara khusus. Adapun yang secasra umum bahwa di Banjar juga banyak terdapat masyarakat luar dari daerah Banjar, yakni orang Jawa, Madura, dll. Dimana dari semuanya itu bersatu dan membentuk sebuah kelompok masyarakat yakni masyarakat Banjar.
——} Sedangkan untuk yang ketiga, yaitu asimilasi, bahwa dari sekian banyak daerah yang berada dalam satu kebudayaan , yakni Banjar. Maka dari masing-masing daerah tersebut harus menghilangkan keangkuhan dari masing-masing daerah yang dibawa, dengan berada dalam satu wadah (Banjar) maka mereka harus berusaha untuk mencapai tujuan bersama dalam kemaslahatan daerah Banjar.
4. Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah negara dengan sumberdaya alam melimpahruah, tetapi bagaiaman kita memahami dalam pandang kaji kebudayan, kenapa kekayaan SDA tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai?
Sumber Daya Alam (SDA) dipandang dari segi kebudayaan. Untuk menjawab ini Ada sebuah peribahasa Orang Banjar “ Biar duit kaya gunung banyaknya, tatap jua habis, kalau kada bacari ( kalau yang itu-itu haja yang dimakan) “. Nah dari peribahasa ini kita bisa jawabdan lihat bagaimana SDA yang dimiliki oleh Indonesia itu, walaupun banyak akan tetap habis tanpa ada penanggulangannya. Contoh saja hutan, bahwa pada saat ini marak sekali penebangan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap hal ini. Nah apabila ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanggulangan sejak dini, yaitu untuk menanam bibit pohon baru, maka tidak lama lagi hutan yang dimiliki oleh Indonesia akan segara habis.
Kalau ditinjau dari segi kebudayaan, maka apakah hal ini sudah menjadi kebudayaan orang Indonesia. Bahwa kalau begitu caranya, maka bagaimanapun Usaha yang dilakukan, akan tetap kandas, tanpa ada kesadaran dari maasing-masing individu. Dimana saya teringat dari Ungkapan Aa Gym “ kalau kita ingin mengubah bangsa, maka kita harus memulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan dimulai dari sekarang” Maka insya Allah semua ini akan terjadi dengan lebih baik.
======} Lalu, mengapa dengan SDA yang begitu banyaknya, masyarakat Indonesia masih saja tidak mendapatkan kemakmuran?. Untuk menjawab ini ada beberapa hal yang menjadi penyebab semua ini :
1. Masyarakat itu sendiri tidak memiliki keahlian atau tidak bisa dalam mengelola SDA
2. Adanya campur tangan dari pihak asing terhadap SDA yang dimiliki oleh Indonesia. Seperti BBM dan Gas yang dikuasai Swasta dan Asing
3. Adanya kebebasan kepemilikan. Intinya seseorang seseorang boleh memilikiharta ( modal) sekaligus mengembangkannya dengan sarana dan cara apapun. Di Indonesia banyak SDA yang seharusnya untuk hajat hidup orang banyak dikuasai oleh individu, swasta, dan asing
4. Adanya Koropsi yang dilakukan oleh para petinggi Negara
5. Adanya Undang-Undang ( UU ) yang merugikan rakyat, seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, dan UU Minerba.
5. Ditinjau dai kajian Teori Kebudayaan, apa penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan, dan atau, penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan?
Penyebab para guru susah melakukan penemuan-penemuan baru dalam pembeharuan pendidikan :
1. Karena adanya rasa kurang percaya diri terhadap apa yang dia lakukan, mungkin merasa salah, takut dikritik, dll.
2. Adanya Power Cultur yang tidak baik dalam mendominasi kehidupan seseorang tersebut, sehingga dia teriakat dengan kekuatan budaya tersebut.
3. Adanya rasa saling harap-mengharapkan antara yang satu dengan yang lainnya,. Artinya tidak ada inisiatif sendiri untuk melakukannya dengan sendiri.
4. Karena kurangnya pengetahuan
5. Kurangnya pengetahuan dalam bidang teknologi ( Gaptek )
6. Tidak adanya dana untuk melakukan pemelitian

Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.