<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jiandausman's Blog</title>
	<atom:link href="http://jiandausman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jiandausman.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2009 10:14:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jiandausman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jiandausman's Blog</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jiandausman.wordpress.com/osd.xml" title="Jiandausman&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jiandausman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tugas Pengantar Antropologi</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/06/17/tugas-pengantar-antropologi/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/06/17/tugas-pengantar-antropologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 10:14:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/2009/06/17/tugas-pengantar-antropologi/</guid>
		<description><![CDATA[1. Bagaimana memindai personality dibangun atas pilar pengetahaun, perasaan, dan nauluri dalam tindakan manusia?. Dalam kehidupan manusia ketiga pilar ( pengetahuan, perasaan, dan naluri ) itu sangat mendukung atau berpengaruh sekali dalam kepribadian seseorang. Artinya pilar-pilar itu merupakan hal yang penting yang terkait dan tidak bias dipisahkan. Apabila yang sartu muncul atau lebih kuat maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=21&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Bagaimana memindai personality dibangun atas pilar pengetahaun, perasaan, dan nauluri dalam tindakan manusia?.<br />
Dalam kehidupan manusia ketiga pilar ( pengetahuan, perasaan, dan naluri ) itu sangat mendukung atau berpengaruh sekali dalam kepribadian seseorang. Artinya pilar-pilar itu merupakan hal yang penting yang terkait dan tidak bias dipisahkan. Apabila yang sartu muncul atau lebih kuat maka yang lainnya akan muncul untuk mengikuti dari tindakan yang pertama.<br />
Jadi kita bisa mengamati kepribadian yang dibangun atas beberapa pilar yang ada dalam diri manusia. Oleh karena itu pilar-pilar ini dapat terlihat atau dapat diwujudkan dalam tindakan manusia. Maka untuk lebih jelasnya kita lihat satu persatu dari pilar tersebut.<br />
1. Pengetahuan<br />
Pengetahuan merupakan unsur kepribadian seseorang yang dapat diperoleh melalui pengalaman,latihan, belajar, dan lain-lain. Dimana dari pengetahuan ini, sangat terlihat sekali tindakan-tindakan manusia itu agar dapat memperoleh pengetahuan tersebut. Agar semua itu terpenuhi maka ada berbagai macam cara untuk melakukannya agar seseorang itu dapat memperoleh pengetahuan, seperti membaca, mendengarkan seminar, mendengarkan pengajian, browsing internet, dan lain-lain. Dimana dari semua itu merupakan tindakan-tindakan manusia yang dapat kita lihat atau yang dapat kita amati, dari kepribadian seseorang dengan pilar pengetahuan. Dan juga bisa memberikan kepuasan kepada seseorang tersebut setelah pilar pengetahuan ini terpenuhi.<br />
2. Perasaan<br />
Perasaan merupakan suatu kesadaran dalam diri manusia yang karena adanya pengaruh dari pengatahuan. Kepribadian seseorang itu dapat kita amati melalui perasaan seseorang tersebut. Jadi perasaan seseorang itu dapat terlaksana tindakan-tindakannya apabila seseorang itu memiliki pengetahuan tentang apa yang dia rasakan  sekarang dan yang dia rasakan sebelumnya.<br />
Sebagai contoh :<br />
Seseorang yang sedang menonton TV dan kebetulan film yang dia lihat itu adalah film yang sangat sedih sekali, secara tidak sadar perasaannya terbawa oleh suasana yang terjadi di dalam film tersebut dan akhirnya menangis.<br />
Artinya seseorang itu sudah pernah mengalami kejadian yang serupa, dengan pengetahuannya yang membuat perasaannya sama seperti dia menonton film tersebut,  yang dia rasa bahwa kejadin itu benar-benar terjadi pada dirinya. Dan tidak menutup kemungkinan dia juga tidak pernah mengalami kejadian yang seperti itu, namun dengan pengetahuan yang dia miliki maka perassaan itupun juga akan muncul pada dirinya, mungkin karena dia iba, kasihan, dll, yang bisa membuat dirinya menangis juga . Nah, dengan melalui pengetahuanlah seseorang tersebut bisa terpukau degan apa yang dia lihat disekitarnya.<br />
Jadi tindakan dari perassaan  itu sangat terlihat sekali pada diri seseorang tersebut.</p>
<p>3. Naluri<br />
Naluri atau dorongan naluri merupakan sebuah dasar dari kepribadian seseorang atau dalam kehidupan seseorang. Bahwa naluri itu harus dipenuhi oleh setiap orang. Jadi bagaimana dengan tindakan seseorang agar rasa naluir itu bisa terpenuhi. Kita kembali kepembahasan awal bahwa dari tiga pilar itu tidak bisa dipisah atau dikotak-kotakkan, karena kesemuanya  itu saling terkait satu sama lain.<br />
Dalam halnya naluri, bahwa naluri harus harus dibarengi dengan pengetahuan dan perasaan. Dsan mustahil naluri seseorang akan tercapai tanpa adanya pengetahuan dan perasaan.<br />
Saya ambil satu contoh : dari hal yang paling dasar. Yaitu dorongan naluri untuk makan. Dari sisni kita bisa mengamati bagaimana tindakan seseorang dalam memenuhi kebutuhan nalurinya itu, yang disertai dengan pengertahuan dan perasaan.<br />
1. Pengetahuan&#8212;&#8212;-} cara memasak ( saya ambil satu contoh ), artinya tidak akan jadi atau enak suatu makanan atau masakan itu tanpa adanya pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Bisa jadi masakan yang dia buat akan menjadi asin rasanya, karena kebanyakan garam dan tidak ada rasa sama sekali, karena tidak ada campuran bumbu yang dia berikan. Jadi pengetahuan itu perlu sekali dalam memenuhi kebutuhan naluri.<br />
2. Perasaan&#8212;&#8212;&#8211;} yaitu adanya rasa lapar yang dirasakan oleh seseorang tersebut, artinya seseorang yang merasa lapar, maka dia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya itu dengan mencari makanan atau memasak makanan, agar kebutuhan dari rasa laparnya itu akan terpenuhi.</p>
<p>2. Jelaskan, dan mantapkan dengan contoh konkret, bagaimana tiga wujud kebudayaan terpindai pada kebudayaan suatu masyarakat?<br />
Untuk menjawab ini maka kita harus mengetahui apa-apa saja wujud dari kebudayaan itu.<br />
1.	Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dsb.<br />
2.	Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.<br />
3.	Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.<br />
Melalui ketiga wujud kebudayaan inilah manusia berusaha manyempurnakan hidupnya, sehingga ia menghasilakan lingkungan hidup tertentu yang semakin lama semakin menjauhkan manusia tersebut dari lingkungan alamiahnya, mempengaruhi pola-pola perbuatannya, dan bahkan juga mempengaruhi pola atau cara berpikirnya. Dalam kehidupan nyata ketiga wujud kebudayaaan ini tidak terpisah satu dengan yang lainnya, melainkan merupakan unsur-unsur kebudayaan masyarakat yang saling terkait dan terpadu sebagai suatu system kebudayaan suatu masyarakat.<br />
Dari ketiga wujud kebudayaan ini yang pertamakali yaitu adanya sebuah ide atau pemikiran dari individu atau kelompok yang memberi jiwa pada kelompok masyarakat, apakah nantinya ide itu terlaksana atau tidak. Lalu dengan adanya ide yang terlaksana, maka disitu timbul sebuah aktivitas untuk meneruskan sebuah ide tersebut kejenjang yang lebih tinggi guna untuk mencapai sebuah hasil yang diharapkan dan akhirnya menjadi sebuah kegiatan atau Usaha yang bisa diterima oleh masyarakat tersebut, karena sudah adanya hasil yang diperoleh melalui ide dan aktivitas.<br />
=====} Contoh Konkretnya:<br />
Sebuah cerita nyata, bahwa disebuah desa, masyarakatnyamemiliki sebuah rencana untuk membuka lahan yang nantinya ingin ditanami pohon karet. Mengingat pohon karet menjanjikan untuk kesejahteraan ekonomi. Adapun rencana ini sudah didengar oleh khalayak banyak. Setelah itu semua warga sepakat untuk membuka lahan baru yang nantinya ditanami pohon karet.&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;} Ide<br />
Setelah sepakat, semua warga bersama-sama membersihkan lahan tersebut, dan membeli bibit karet dan kemudian ditanam. &#8212;&#8212;&#8212;-} Aktivitas<br />
Dan kemudian (beberapa tahun kemudian ) pohon karet tersebut bisa disadap, setelah melalui proses yang sangat lama.&#8212;&#8212;&#8212;} Hasil Karya<br />
Jadi inilah menurut saya contoh konkret yang dapat diamati atau dilihat oleh kita. Yang dimana dari semua masyarakat itu menerima dengan baik dari sebuah perencanaan (ide), Usaha-usaha( aktivitas), dan hasil yang diharapkan demi terwujud sebuah budaya yang baru, yang bisa diterima oleh khalayak banyak. </p>
<p>3. Bagaimana kita memaknai konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi, dalam memhamai masyarakat Banjar?<br />
Untuk memahami konsep migrasi, akulturasi, dan asimilasi pada masyarakat Banjar terlebih dahulu kita harus mengetahui konsep dari ketiga ini :<br />
1. Migrasi =====} Perpindahan<br />
2. Akulturasi ======} Adalah pertukaran atau gabungan budaya yang saling mempengaruhi dari suatu kebudayaan dan akhirnya dimasukkan ke dalam kebudayaan asal.<br />
3. Asimilasi======} Adalah Usaha untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat pada masing-masing kebudayaan dalam mementingkan kepentingan dan tujuan bersama.<br />
Dari pengertian ketiga ini kita dapat memahami, bagaiman semua itu bisa terjadi pada masyarakat Banjar. Untuk lebih jelasnya saya akan memaparkan satu persatu, agar semua itu bisa telihat dengan lebih jelas.<br />
&#8212;&#8212;} Untuk yang pertama, yaitu migrasi bahwa konsep dari migrasi itu adalah perpindahan. Jadi untuk memahami konsep ini pada masyarakat Banjar, sangat jelas sekali dengan adanya perpindahan yang dilakukan oleh individu atau kelompok dalam mencari kehidupan yang lebih baik.<br />
&#8212;&#8212;} Untuk yang kedua yaitu akulturasi, bahwa sangat jelas sekali untuk masyarakat Banjar itu tidak seratus persen dihuni oleh masyarakat abnjar itu, melainkan terdiri dari bebrapa daerah, seperti orang Hulu Sungai, Orang Kuala, Orang Pahuluan, dall yang menjadi satu dalam kebudayaan Banjar, itu dilihat secara khusus. Adapun yang secasra umum bahwa di Banjar juga banyak terdapat masyarakat luar dari daerah Banjar, yakni orang Jawa, Madura, dll. Dimana dari semuanya itu bersatu dan membentuk sebuah kelompok masyarakat yakni masyarakat Banjar.<br />
&#8212;&#8212;} Sedangkan untuk yang ketiga, yaitu asimilasi, bahwa dari sekian banyak daerah yang berada dalam satu kebudayaan , yakni Banjar. Maka dari masing-masing daerah tersebut harus menghilangkan keangkuhan dari masing-masing daerah yang dibawa, dengan berada dalam satu wadah (Banjar) maka mereka harus berusaha untuk mencapai tujuan bersama dalam kemaslahatan daerah Banjar.<br />
4. Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah negara dengan sumberdaya alam melimpahruah, tetapi bagaiaman kita memahami dalam pandang kaji kebudayan, kenapa kekayaan SDA tersebut tidak menjadikan masyarakat mendapatkan tingkat kemakmuran memadai?</p>
<p>Sumber Daya Alam (SDA) dipandang dari segi  kebudayaan. Untuk menjawab ini Ada sebuah peribahasa  Orang Banjar “ Biar duit kaya gunung banyaknya, tatap jua habis, kalau kada bacari ( kalau yang itu-itu haja yang dimakan) “. Nah dari peribahasa ini  kita bisa jawabdan lihat bagaimana SDA yang dimiliki oleh Indonesia itu, walaupun banyak akan tetap habis tanpa ada penanggulangannya. Contoh saja hutan, bahwa pada saat ini marak sekali penebangan liar yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap hal ini. Nah apabila ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanggulangan sejak dini, yaitu untuk menanam bibit pohon baru, maka tidak lama lagi hutan yang dimiliki oleh Indonesia akan segara habis.<br />
Kalau ditinjau dari segi kebudayaan, maka apakah hal ini sudah menjadi kebudayaan orang Indonesia. Bahwa kalau begitu caranya, maka bagaimanapun Usaha yang dilakukan, akan tetap kandas, tanpa ada kesadaran dari maasing-masing individu. Dimana saya teringat dari Ungkapan Aa Gym “ kalau kita ingin mengubah bangsa, maka kita harus memulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan dimulai dari sekarang” Maka insya Allah semua ini akan terjadi dengan lebih baik.<br />
======} Lalu, mengapa dengan SDA yang begitu banyaknya, masyarakat Indonesia masih saja tidak mendapatkan kemakmuran?. Untuk menjawab ini ada beberapa hal yang menjadi penyebab semua ini :<br />
1. Masyarakat itu sendiri tidak memiliki keahlian atau tidak bisa dalam mengelola SDA<br />
2. Adanya campur tangan  dari pihak asing terhadap SDA yang dimiliki oleh Indonesia. Seperti BBM dan Gas yang dikuasai Swasta dan Asing<br />
3. Adanya kebebasan kepemilikan. Intinya seseorang seseorang boleh memilikiharta ( modal) sekaligus mengembangkannya dengan sarana dan cara apapun. Di Indonesia banyak SDA yang seharusnya untuk hajat hidup orang banyak dikuasai oleh individu, swasta, dan asing<br />
4. Adanya Koropsi yang dilakukan oleh para petinggi Negara<br />
5. Adanya Undang-Undang ( UU ) yang merugikan rakyat, seperti UU Migas, UU Penanaman Modal, dan UU Minerba.</p>
<p>5. Ditinjau dai kajian Teori Kebudayaan, apa penyebab pokok para guru susah melakukan penemuan-penemuan, dan atau, penerapan penemuan-penemuan baru dalam pembaharuan pendidikan?<br />
Penyebab para guru susah melakukan penemuan-penemuan baru dalam pembeharuan pendidikan :<br />
1.	Karena adanya rasa kurang percaya diri terhadap apa yang dia lakukan, mungkin merasa salah, takut dikritik, dll.<br />
2.	Adanya Power Cultur yang tidak baik dalam  mendominasi kehidupan seseorang tersebut, sehingga dia teriakat dengan kekuatan budaya tersebut.<br />
3.	Adanya rasa saling harap-mengharapkan antara yang satu dengan yang lainnya,. Artinya tidak ada inisiatif sendiri untuk melakukannya dengan sendiri.<br />
4.	Karena kurangnya pengetahuan<br />
5.	Kurangnya pengetahuan dalam bidang teknologi ( Gaptek )<br />
6.	Tidak adanya dana untuk melakukan pemelitian</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=21&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/06/17/tugas-pengantar-antropologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alat-Alat Persenjataan</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/06/alat-alat-persenjataan/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/06/alat-alat-persenjataan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 08:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Tugas Etnografi Banjar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia: Senjata adalah alat yang digunakan untuk berkelahi atau berperang. Persenjataan adalah segala alat atau perlengkapan senjata. Persenjataan dengan kata dasarnya senjata, dimana senjata merupakan sebuah benda yang digunakan untuk berperang, berkelahi, menjaga diri, dan juga kegiatan lain yang menyangkut dari benda itu sendiri. Jadi alat persenjataan adalah alat atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=18&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span>Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Senjata      adalah alat yang digunakan untuk berkelahi atau berperang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Persenjataan      adalah segala alat atau perlengkapan senjata.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Persenjataan dengan kata dasarnya senjata, dimana senjata merupakan sebuah benda yang digunakan untuk berperang, berkelahi, menjaga diri, dan juga kegiatan lain yang menyangkut dari benda itu sendiri. Jadi alat persenjataan adalah alat atau perlengkapan yang digunakan dalam keperluan tertentu baik itu untuk berperang, berkelahi, menjaga diri, berburu, dan lain-lain</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Untuk zaman dulu ataupun zaman sekarang senjata atau persenjataan itu tidak mutlak hanya digunakan untuk berperang atau berkelahi saja, tetapi juga bisa digunakan untuk berburu, di samping persenjataan itu digunakan untuk berperang. Seperti contoh: yaitu Panah, Tombak, dan lain-lain. Dimana panah dan tombak itu bisa digunakan untuk berburu, seperti yang terlihat di dalam film-film Indonesia zaman dulu. Sedangkan untuk zaman sekarang, misalnya jenis-jenis senjata seperti parang, parang pinggang, yang dimana fungsinya itu bisa untuk bertani, yaitu untuk menebas semak-semak yang susah ditebas dengan alat lain, di samping juga bisa digunakan untuk berkelahi,dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali mendengar, bahkan melihat tentang persenjataan dan bagai macam bentuk persenjataan. Baik persenjataaan yang ada ditempat kita sendiri dan juga persenjataan yang ada ditempat orang lain, melalui media internet, TV, dan juga buku-buku ataupun koran yang menyangkut tentang hal itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Pada kesempatan ini, saya akan mencoba menerka lebih detail alat-alat persenjataan yang ada di Kalimantan Selatan. Sehingga para pembaca bisa mengetahui dengan lebih jelas tentang persenjataan yang ada di Kalimantan Selatan, dan juga kegunaan dari masing-masing alat persenjataan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="FI">1. Tombak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Adalah sebuah alat yang juga termasuk alat persenjataan yang dimiliki oleh orang Banjar. Tombak ini identik dengan peperangan pada zaman kerajaan sampai sekarang. Tombak ini tidak hanya digunakan untuk berperang namun juga digunakan untuk berburu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Ciri-ciri Tombak:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="FI">Panjang.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Bilah      atau Gagangnya terbuat dari kayu dan juga terbuat dari bambu.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Mata      Tombak yang terbuat dari besi dengan ujungnya runcing.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Penyambungan      antara gagang dengan mata tombak biasannya terbuat dari kuningan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kegunaan Tombak:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Untuk berperang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Untuk berburu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Untuk membunuh hewan buas, contoh: untuk jaga-jaga pada saat piara hewan ternak, hewan buas tersebut seperti biawak, anjing, dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dll.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.5pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Cara penggunaannya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara di lempar ( seperti lempar lembing)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Ditumbukkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-2.85pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">2. Sarapang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-2.85pt;text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Sarapang merupakan alat atau jenis persenjataan yang mirip dengan tombak yang juga banyak dimiliki orang Banjar. Adapun kegunaan dari Serapang ini juga sama dengan Tombak. Tetapi bentuk antara Tombak dengan Serapang memiliki perbedaan, yaitu khususnya pada mata Tombak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-2.85pt;text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Ciri-cirinya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Panjang dengan bilahnya yang terbuat dari kayu atau bambu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mata Serapang yang terdiri dari tiga mata, sedangkan dari tombak hanya hanya ada satu mata tombak saja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.2pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Kegunaannya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sebagai senjata untuk berburu, untuk mencari ikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sebagai alat jaga-jaga, biasanya diletakkan di kamar si pemilik ( dirumah)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.2pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Cara penggunaan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.95pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara dilempar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.95pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara ditumbukkan</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Parang</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Parang Biasa merupakan sebuah alat persenjataan yang merupakan ciri khas dari daerah Kalimantan Selatan, seperti orang Banjar, orang Hulu Sungai, dan orang Pahuluan, dan juga urang Kotabaru, Tanah Laut, Batu Licin, dan lain-lain. Selain sebagai persenjataan bisa juga digunakan untuk bertani dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:19.35pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">1<em>.<strong>Parang Biasa (Lantik)</strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Parang Biasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk bertani, selain fungsinya sebagai alat persenjataan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span><strong>Ciri-Cirinya:</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">berbentuk cekung ( panjang atau pendek)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Bahannya terbuat dari besi, biasanya besi yang digunakan, Pir Cacing, yaitu besi bekas dari Mobil dan juga Truk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Gagang atau pegangannya terbuat dari Kayu dan juga dasar dari pohon bambu, yang dibentuk menjadi pegangan parang tersebut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mata parang berada di bawah/ sisi bawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kedua sisnya rata (pipih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berwarna hitam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Gagangnya di beri cincin berupa kuningan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.2pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Cara Penggunaan:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara ditebaskan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara dicincang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.05pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Cara mempertajam:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara di asah ( dengan batu asahan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara di titik, biasanya dilakukan oleh tukang pandai besi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.2pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Kegunaannya:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:34.2pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Digunakan untuk memotong rumput ( manabas kumpai)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Menebang kayu dan juga memotong rotan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Marincah (mencincang rumput)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sebagai perlindungan diri ( biasannya dibawa kedalam hutan pada saat mencari kayu)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">2. Parang Panjang</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Parang Panjang adalah merupakan alat atau senjata yang mirip dengan Mandau yang merupakan senjata tradisional Kal-Teng</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Ciri-cirinya:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Panjang dan lurus (berbeda dengan parang biasa atau seperti parang kebannyakan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Bahannya dari besi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Gagang atau pegangan terbuat dari kayu atau terbuat dari dasar pohon bambu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Mata parangnya berada dibawah atau sisi bawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Kedua sisinya rata/pipih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berwarna hitam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.05pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Cara mempertajam:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.05pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara di asah ( dengan batu asahan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:35.1pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Dengan cara di titik, biasanya dilakukan oleh tukang pandai besi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.05pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="SV">Cara penggunaan:</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">a.Ditebas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">b.Ditetak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">3.Parang Pinggang</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Parang Pinggang, adalah parang yang sama jenisnya dengan parang panjang, tetapi bedannya hanya pada kumpang / sarung parang tersebut. Untuk parang panjang tidak disertai dengan kumpang. Sedangkan parang pinggang ini diserati kumpang. Mengapa demikian?, karena jenis parang ini sering berada di pinggang sipemakai. Adapun cirinya kurang lebih seperti jenis parang panjang, yaitu lurus, sedangklan parang biasa berbenutk cekung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kegunaan dari jenis parang ini adalah, adalah biasannya dibawa saat masuk keluar hutan, pada saat memanjat pohon kelapa dan pada saaat menyadap pohon Hanau (aren). Cara penggunaan kurang lebih seperti jenis-jenis parang yang lain. Tergantung kegiatan apa yang sedang dilakukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">4.Parang Cangkuk</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:-2.85pt;text-align:justify;text-indent:39.9pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Yaitu parang yang digunakan untuk menebas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">5.Parang Duyung</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Yaitu parang yang digunakan untuk merumput di sawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:17.1pt;text-align:justify;line-height:150%;"><strong><em><span lang="SV">6.Parang Bungkul</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Yaitu parang yang digunakan untuk memotong benda-benda yang cukup besar.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Belayung</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Belayung merupakan alat persenjataan tradisional Banjarmasin dan juga Belayung merupakan alat dari meramu. Meramu yaitu mencari hasil hutan, adapun hasil hutan yang cari, seperti rotan, damar lilin, dan berjenis-jenis kayu untuk bangunan, terutama kayu ulin, kayu lurus, dan lain-lain. Meramu merupakan pekerjaan sampingan dari penduduk desa Harakit khususnya dan orang Kal-Sel umumnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Belayung merupakan alat yang hampir mirip dengan kapak. Tangkai/gagang/pegangan Belayung bersifat elastis. Pemasangan matanyapun berbeda dengan pemasangan mata kapak. Mata belayung dipasang membujur tangkai Belayung, sedangkan mata kapak dipasang melintang dari tangkai kapak. Belayung merupakan alat yang paling penting dalam membuka lahan pertanian dan lain-lain.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Keris</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB">Keris</span><span lang="EN-GB"> adalah sejenis senjata tikam khas yang berasal dari <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Indonesia</span></a>, atau mungkin lebih tepat <a title="Nusantara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nusantara"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Nusantara</span></a>. Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun <a title="Melayu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Melayu"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Melayu</span></a>. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Indonesia</span></a> (terutama di daerah <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Jawa</span></a>, <a title="Madura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madura"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Madura</span></a>, <a title="Bali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bali"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Bali</span></a>/<a title="Lombok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lombok"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Lombok</span></a>, <a title="Sumatra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Sumatra</span></a>, sebagian <a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Kalimantan</span></a> ( Khususnya Kalimantan Selatan), serta sebagian <a title="Sulawesi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Sulawesi</span></a>). Tata cara penggunaan keris Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan. Penempatannya ini berbeda dengan keris yang ada di Jawa, yakni di tempatkan di depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB"><a title="Lukisan Pangeran Antasari yang memakai keris di depan." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pangeran_Antasari_Museum_Lambung_Mangkurat.JPG"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/TEMP/msohtml1/01/clip_image001.jpg" border="0" alt="" width="200" height="257" /><!--[endif]--></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-GB">Lukisan <a title="Pangeran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangeran"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Pangeran</span></a> <a title="Antasari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antasari"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Antasari</span></a> yang memakai keris di depan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB">Bilah keris tidak dibuat dari logam tunggal yang dicor tetapi merupakan campuran berbagai logam yang berlapis-lapis. Akibat teknik pembuatan ini, keris memiliki kekhasan berupa <a title="Pamor keris (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pamor_keris&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">pamor</span></a> pada bilahnya.</span></p>
<p><span class="mw-headline"><strong>Bagian-bagian keris</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="EN-GB"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="EN-GB">Bilah atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. <a title="Wilah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wilah&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">Wilah</span></a> atau Mata Keris adalah bagian utama dari sebuah keris, dan juga terdiri dari bagian-bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="EN-GB"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="EN-GB">Kumpang </span><span lang="EN-GB">(sarung), sarung keris (bahasa Banjar : <em>kumpang</em>), adalah komponen keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, paling tidak karena bagian inilah yang terlihat secara langsung. Kumpang biasanya terbuat dari kayu ,seperti kayu jati, ulin, cendana, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:72pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="EN-GB"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="EN-GB">Bagian <span>pegangan keris</span> atau ukiran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB">Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu ber<a title="Bilangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">bilang</span></a> ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Orang menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek magis/esoteri yang berbeda. </span></p>
<p><strong>Cara penggunaannya</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB"><span> </span>Dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk<span> </span>pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian, dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><strong><span lang="EN-GB">Dalam perang</span></strong><span lang="EN-GB">, yang digunakan adalah keris wrangka gayaman , pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak, karena bentuknya lebih sederhana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:37.05pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.05pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:37.05pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=18&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/06/alat-alat-persenjataan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>‘’CERITAKU DI DALAM HIDUP’’</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/%e2%80%98%e2%80%99ceritaku-di-dalam-hidup%e2%80%99%e2%80%99/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/%e2%80%98%e2%80%99ceritaku-di-dalam-hidup%e2%80%99%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 11:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/%e2%80%98%e2%80%99ceritaku-di-dalam-hidup%e2%80%99%e2%80%99/</guid>
		<description><![CDATA[Dimalam itu aku merenung, bahwa aku sudah terlahir ke dunia.Dan aku melihat serba-serbi yang ada di dalam dunia Disiang itu aku termimipi, bahwa aku sudah kembali dan meninggalkan dunia, dan menjauhkan pandanganku akan serba-serbi yang ada di dalam dunia ………..,, Di dalam hidup cerita tentangku itu semua terukir, baik dan buruk, benar dan salah. Semenjak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=15&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dimalam itu aku merenung, bahwa aku sudah terlahir ke dunia.Dan aku melihat serba-serbi yang ada di dalam dunia<br />
Disiang itu aku termimipi, bahwa aku sudah kembali dan meninggalkan dunia, dan menjauhkan pandanganku akan serba-serbi yang ada di dalam dunia<br />
………..,,<br />
Di dalam hidup cerita tentangku itu semua terukir, baik dan buruk, benar dan salah.<br />
Semenjak aku menjalani hidup, kesangsian aku akan keluhan selalu terlontar dari benakku. Aku bertanya..? Apakah aku mengenal engkau!, sedangkan engkau mengenal akan diriku<br />
………..,,<br />
Pikiranku selalu mencoba menerobos alam pikirku yang dangkal, apakah aku mampu merobek lembaran yang kusam, yang ada di ingatanku terhadapmu<br />
Tapi…….itu hanya kata kiasan bagiku, bahwa aku selalu mencari tentangmu, dan memikirkan dimana keberadaanmu<br />
……….,,<br />
Ceritaku di dalam hidup memang sulit aku ungkap, aku sudah banyak meninggalkan memori-memori yang pernah lewati pada masa itu.<br />
Kisahku menjadi masa lalu, yang hanya menjadi ciri dalam kehidupanku. Seolah aku baru terbangun dari mimpi yang buruk, sedangkan aku tidak menginginkan hal itu terjadi padaku pada waktu yang cepat<br />
……….,,<br />
Aku masih belum mengenal  engkau, aku merasa rugi, terbodohi,…. Ah. Aku menjadi orang yang sial diantara mereka yang pernah mengalami kesialan itu.</p>
<p>Dari “Ceritaku Di Dalam Hidup”. Bahwa seseorang yang hidup atau pernah mengalami kehidupan, pasti dia mengalami fase kelahirandan pernah melihat dunia. Seseorang atau benda yang hidup pasti akan kembali kehadapan Tuhan yang telah menciptakannya.<br />
Dengan kehidupan cerita seseorang itu bisa ada dan menjadi ada, dan Sejarahpun membuktikan manusialah yang membuat sejarah, walaupun berkenaan pada waktu dan ruang. Dalam kehidupan pasti tidak ada yang sempurna. Tetapi dengan hadirnya kita ke Dunia ini, apakah kita pernah merenung bahkan berpikir, siapa yang membuat kita ada ke Dunia ini, apakh orang tua kita, nenek kita,. Ternyata tidak, itu hanya sebuah perantara untuk menghadirkan kita<br />
Di dalam hidup aku berpikir, bahwa bagaimana aku mengenalnya (Allah), ternyata diantaranya, dengan mengenal kebesarannya (alam semesta, kehidupan kita, dll) yang pernah saya dengar dari ceramah dari Guru Sekumpul. Dengan bisa berpikirpun kita seharusnya  bisa mengenal akan sang pencipta dengan rasa bersyukur. Tetapi kita terkadang sering melupakan hal itu, karena dengannya lah kita bisa berada pada saat ini.<br />
Cerita kehidupan yang sudah usang memang susah untuk diingat kembali, saya sendiri misalnya, saya tidak sanggup bahkan tidak bias merombak memori kehidupan masa lalu dengan keseluruhan. Tetapi ingatan itu bisa timbul, dimana adanya keterkaitan moment yang sekarang sehingga teringat masa yang dulu, atau merupakan umpan untuk mengingat masa lalu. Masa lalu merupakan ciri tersendiri bagi kehidupan, entah itu masa lalu yang menyenangkan dan juga masa lalu yang menyedihkan. Bahwasanya dalam kehidupan, seseorang bisa memutar balikkan pikirannya melalui penghayalan dan kenyataan. Bahwa dengan adanya harapan yang baru seseorang itu bisa merubah arah hidupnya, apakah lebih baik atau lebih buruk dari sebelumnya. Sedangkan manusia tidak lepas dari hal yang buruk dan pasti dapat hal-hal yang baik.<br />
Apakah kita selalu memikirkan tentang Tuhan sang pencipta dan sebaliknya. Yang intinya kita selalu menjadi orang merugi dan menjadi orang yang beruntung. MANAKAH YANG ANDA PILIH………………</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=15&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/%e2%80%98%e2%80%99ceritaku-di-dalam-hidup%e2%80%99%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MARI BAPANTUN 2</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/mari-bapantun-2/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/mari-bapantun-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 11:33:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/mari-bapantun-2/</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;NASEHAT (PITUAH)&#8221; Bamalam di Kalua pada sabtu malam Bajalan ka Tanjung di Pembataan Assalamu’alaikum lun ucapakan salam Lawan sampian sabarataan Masamnya asam, masam jua cuka Limbah mamakan andak di bangku Ini ulun siapakan salam pambuka Gasan pian nang bailang ka Blog diaku Wadai cucur andak di nyiru Wadai cincin andak di piring Amun pian baisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=14&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8216;NASEHAT (PITUAH)&#8221;</p>
<p>Bamalam di Kalua pada sabtu malam<br />
Bajalan ka Tanjung di Pembataan<br />
Assalamu’alaikum lun ucapakan salam<br />
Lawan sampian sabarataan</p>
<p>Masamnya asam, masam jua cuka<br />
Limbah mamakan andak di bangku<br />
Ini ulun siapakan salam pambuka<br />
Gasan pian nang bailang ka Blog diaku</p>
<p>Wadai cucur andak di nyiru<br />
Wadai cincin andak di piring<br />
Amun pian baisi guru<br />
Pas tatamu jangan kada takurihing</p>
<p>Mangaji balampu duduk<br />
Mambaca buku bakacamata<br />
Amun sakulah pina asal duduk<br />
Ancapi haja minta patuahnya</p>
<p>Main kalayangan di pahumaan<br />
Pagat banangnya bakas di tatak<br />
Amun pian handak pamahaman<br />
Jangan pangulir, nangkaya kada bautak</p>
<p>Bakipas di hari panas<br />
Kaluar paluh, dipusut lawan kain<br />
Amun ikam handak lulus UNAS<br />
Rajin balajar jangan bamain-main</p>
<p>Iwak haruan banam di bara<br />
Harum baunya ditambah minyak<br />
Ulun saranakan wan samuanya<br />
Rancaki mambaca wan bado’a yang banyak</p>
<p>Salagi halus katuju ba’ayun<br />
Salagi ganal katuju basapida<br />
Salagi balajar rancak malamun<br />
Wayah apakah tutung wisuda</p>
<p>Muha marangut nangkaya sabut<br />
Pina masam wan jua takarucut<br />
Mun kuitan mangiyau kada disahut<br />
Dasr ikam kada ba’adat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=14&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/04/01/mari-bapantun-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Galeri Pengetahuan &#8220;1</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/03/07/galeri-pengetahuan-1/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/03/07/galeri-pengetahuan-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2009 03:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[1. Celheisthenes, adalah seorang tokoh Yunani Kuno (Athena) yang banyak memberi konstribusi dalam mengembangkan demokrasi. Ia menggegas sebuah sistem kota pada tahun 508 SM, dengan membagi warga athena dalam 10 kelompok. Jauh sebelum bangsa yunani, Sumeria yang tinggal di Mesopotamia juga telah mempraktekkan demokrasi tersebut. Dan India Kuno pun juga menerapkan prinsip-prinsip demokrasi tersebut, jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=8&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Celheisthenes, adalah seorang tokoh Yunani Kuno (Athena) yang banyak memberi konstribusi dalam mengembangkan demokrasi. Ia menggegas sebuah sistem kota pada tahun 508 SM, dengan membagi warga athena dalam 10 kelompok.<br />
Jauh sebelum bangsa yunani, Sumeria yang tinggal di Mesopotamia juga telah mempraktekkan demokrasi tersebut. Dan India Kuno pun juga menerapkan prinsip-prinsip demokrasi tersebut, jauh sebelum Yunani dan Romawi</p>
<p>2. Al-farabi adalah seorang pemikir besar muslim pada abad pertengahan, ia di daulat sebagai guru ke-2 setelah Aristoteles. Ia adalah Filosof islam pertama yang berhasil mempertalikan dan menyelaraskan filosafat politik yunani kelasik dan islam. Ia berasal dari Persia (dinasti samaniyah), guru utama Filsafatnya adalah: Yuhanna Ibnu Hailan yang merupakan seorang Kristen.</p>
<p>3. Beberapa Pilar tentang pendidikan :<br />
a. cinta tuhan dan alam semesta<br />
b. tanggung jawab,disiplin, dan kemandirian<br />
c. kejujuran<br />
d. hormat dan santun<br />
e. kasih sayang, peduli, dan kerja sama<br />
f. percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah<br />
g. keadilan dan kepemimpinan<br />
h. baik dan rendah hati<br />
i. toleransi, cinta damai, dan persatuan</p>
<p>4. Bercinta secara teratur dapat meningkatkan tingkat kelenjarestrogen pada wanita, melindungi jantung dan menjaga lapisan tussue dalam masa vuber tetap fleksibel.</p>
<p>5. Ternyata Coklat tak hanya bagus untuk membangkitkan mood yang sedang buruk, namun juga ampuh sebagai afrodisiak untuk memanaskan  hubungan asmara dengan pasangan.</p>
<p>6. Islam masuk ke Filifina sebelum penjajahan Spanyol menginjakkan kaki di tanah negeri ini. Itu dibuktikan dengan adanya laporan seorang pengembara Cina pada zaman dinasti Yuan (1280-1368)</p>
<p>7. Pada abad ke 10 M, dunia islam memiliki seorang Geografer ulung, namanya yaitu Mohammed Abdul Kasem ibnu Hawkal, ia meluncurkan sebuah surat Al-Ardh. Kitab yang berisi tentang bumisering disebut dengan Al &#8211; Masalik Wa Al- Mamalik. Ia lahir di Nisbis, sebuah kota di Provinsi Mardin, sebelah Tenggara Turki pada 15 Mei 943 masehi. Kehebatannya mampu menjelaskan sebuah wilayah secara akurat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=8&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/03/07/galeri-pengetahuan-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna Hidup</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/23/makna-hidup/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/23/makna-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 06:50:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Hidup menurut saya adalah Hidup!! hidup dalam artian pikiran dan fisik. Hidup pikiran, yaitu orang yang mau berpikir, Allah menciptakan manusia ke dunia agar manusia itu berpikir. Jadi apabila dia melakukan sesuatu dengan berpikir maka dia telah menggunakan keduanya, yaitu bekerja dan berpikir, inilah yang dikatakan dengan hidup.. Orang yang hidup selalu berpikir,apabila oarang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=10&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup menurut saya adalah Hidup!!<br />
hidup dalam artian pikiran dan fisik. Hidup pikiran, yaitu orang yang mau berpikir, Allah menciptakan manusia ke dunia agar manusia itu berpikir.<br />
Jadi apabila dia melakukan sesuatu dengan berpikir maka dia telah menggunakan keduanya, yaitu bekerja dan berpikir, inilah yang dikatakan dengan  hidup..<br />
Orang yang hidup selalu berpikir,apabila oarang yang hidup tanpa berpikir,berarti dia sama saja melakukan kebodohan terhadap dirinya, artinya apabila seseorang melakukan sesuatu tanpa berpikir maka bertepatan itu pula dia akan menghadapi sesuatu, entah itu baik atau tidak.<br />
Saya contuhkan saja seperti pasar, nah, dalam pasar tersebut terdapat beberapa kompunen yang bisa dikatakan sebagai pasar, yaitu yang pertama tempat, dimana tempat merupakan wadah yang utama dalam aktivitas pasar, dan yang berikutnya adalah penjual dan pembeli. Nah dari sini kita bisa ibaratkan dengan hidup, dimana &#8220;fisik&#8221; merupakan &#8220;wadah&#8221; sedangkan &#8220;penjual dan pembeli&#8221; merupakan &#8220;pikiran&#8221;.<br />
Fisik tergantung dari pikiran, nah, sama saja dengan pasar. Pasar akan berhenti aktivitasnya apabila penjual dan pembeli sudah tidak melakukan interaksi lagi. Begitu juga fisik dengan pikiran, fisik akan berhenti apabila dia sudah tidak menggunakan pikir atau berhenti berpikir. Saya contohkan lagi dimana adanya hubungan pikiran dengan fisik, misalnya saya lagi menulis, maka terjadilah suatu hubungan antara pikiran/berpikir dengan kerja fisik,yaitu otak saya berpikir, bagaimana saya memulai suatu tulisan serta  bagaimana dengan kata  yang berikutnya,dan fisik saya bekerja, seperti tangan,mata, dsb.sehingga tulisan itu ada.  tetapi apabila saya berhenti untuk berpikir, maka sayapun berhenti untuk menulis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=10&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/23/makna-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Bapantun</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/21/mari-bapantun/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/21/mari-bapantun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 06:00:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Ada nanang wan galuh banjar Duduk batatai kaya pangantin Amun kita mangaku urang banjar Ayu sabarataan mari kita bapantun Saya teringat ketika saya masih kecil, pada waktu itu saya baru duduk di sekolah dasar, yaitu kelas 6. pada saat sekolah dasar itulah saya baru mengenal yang namanya pantun. Pantun pada saat itu populer sekali di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=6&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Ada nanang wan galuh banjar</em></strong></p>
<p><strong><em>Duduk batatai kaya pangantin</em></strong></p>
<p><strong><em>Amun kita mangaku urang banjar</em></strong></p>
<p><strong><em>Ayu sabarataan mari kita bapantun</em></strong></p>
<p>Saya teringat ketika saya masih kecil, pada waktu itu saya baru duduk di sekolah dasar, yaitu kelas 6. pada saat sekolah dasar itulah saya baru mengenal yang namanya pantun. Pantun pada saat itu populer sekali di kalangan kami, karena setiap hari saya berteman , pasti secara tidak sadar pula pantun itu terucapkan. Ya&#8230; walaupun pantun yang terlontar sangat sederhana sekali.</p>
<p>Pantun yang di ucapkan saling bergantian atau berlawanan antara saya dengan teman saya. Memeang ciri khas dari pantun sendiri adalah pengucapannya yang saling berlawanan dan juga kalimatnya atau kata-katanya yang saling bertaut-taut, antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya dan juga mempunyai makna..</p>
<p>Pantun merupakan salah satu ciri khas dari orang banjar, pantun tidak asing sekali di telinga kita. Walaupun daerah-daerah lainjuga memiliki pantun bahkan di India sekalipun. Tetapi pantun antara orang banjar dengan daerah lain itu sangat berbeda sekali, baik dalam segi bahasa, tutran, dan irama. Maka dari segi itulah pantun banjar ini sangat menarik sekali untuk diperdengarkan.</p>
<p>Pantu pada saat ini menjadi Tren di kalangan orang yang melakukan hantaran pada acara perkawinan. Dalam hantaran tersebut, antara para mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan saling berlontar pantun. Dimana isinya pun menceritakan tentang perkawinan atau menceritakan tentang masing-masing mempelai. Kita lihat lebih juah lagi, bahwa di India pun juga memiliki kebiasaan yang sama, yaitu mereka jugaberpantun, tetapi mereka berpantun saat perkawinan itu berlangsung, dan pelontar pantun itu sendiripun para mempelainya.. Nah jadi itu merupakan tradisi yang sama.</p>
<p>Nah!!   buhannya ada pulang pantun.. tapi nangini pina ta ungah pang sadikit,, ya mumpung hanyar ba isi blog, wan jua hanyar bisa bapantun&#8230; bac a galuh lah??</p>
<p><strong><em>Gantungan kunci bantuknya capal</em></strong></p>
<p><strong><em>Gantung di tawing pagat talinya</em></strong></p>
<p><strong><em>Ayolah bubuhannya kita kita ba aral</em></strong></p>
<p><strong><em>Malihat blog jianda umai lucunya</em></strong></p>
<p><strong><em> Umai lucunya limbah talihat</em></strong></p>
<p><strong><em> Pina basurak wan tatwanya</em></strong></p>
<p><strong><em> Janganlah pian cuma malihat</em></strong></p>
<p><strong><em> Ancapi haja komentari blog-Nya</em></strong></p>
<p><strong><em>Komentari haja blognya jianda</em></strong></p>
<p><strong><em>Handak mangumentarinya pina sing gugupan</em></strong></p>
<p><strong><em>Pantasan haja komentarnya pina kadada</em></strong></p>
<p><strong><em>Napang isinya nang mambari supan</em></strong></p>
<p><strong><em> Mambari supan Kada ba itika</em></strong></p>
<p><strong><em> Kada di sangka bisa ba Pantun</em></strong></p>
<p><strong><em> Ulun minta maaf pian ba asal haja</em></strong></p>
<p><strong><em> Minta ridha wan minta ampun</em></strong></p>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<p><strong><em>Marujak karangga gasan maunjun</em></strong></p>
<p><strong><em>Pacangan di patuk iwak papuyu</em></strong></p>
<p><strong><em>Sampai disini haja ulun ba pantun</em></strong></p>
<p><strong><em>Wassalamu&#8217;alaikum wan sumangat salalu</em></strong></p>
<p>Hadangi haja pantun barikutnya,,,,,,,,,:-)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=6&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/21/mari-bapantun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulailah Dengan Sekarang!!</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/20/mulailah-dengan-sekarang/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/20/mulailah-dengan-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 08:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jiandausman.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Memulai kegiatan dengan sekarang,berarti memulai sesuatu dengan sekarang. Sesuatu yang dimulai pasti memiliki tujuan, bagaimanapun bentuk tujuan itu.. Nah..! agar tujuan itu tidak terlonta-lonta, Maka mulailah dengan sekarang!! Saya ibaratkan saja seperti, kita disuruh mengerjakan sesuatu, misalnya tugas atau pekerjaan rumah..maka tugas itu supaya  selesainya  tidak berlarut-larut, maka kita harus mengerjakannya dengan cepat pula., Apabila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=4&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memulai kegiatan dengan sekarang,berarti memulai sesuatu dengan sekarang. Sesuatu yang dimulai pasti memiliki tujuan, bagaimanapun bentuk tujuan itu..</p>
<p>Nah..! agar tujuan itu tidak terlonta-lonta, Maka mulailah dengan sekarang!!</p>
<p>Saya ibaratkan saja seperti, kita disuruh mengerjakan sesuatu, misalnya tugas atau pekerjaan rumah..maka tugas itu supaya  selesainya  tidak berlarut-larut, maka kita harus mengerjakannya dengan cepat pula., Apabila tugas kita abaikan begitu saja, sampai dengan waktunya untuk dikumpul maka bertepatan itu pula kita akan terkena akibatnya&#8230; Timbul satu pertanyaan ,&#8221;mengapa kita tidak bisa melakukan sesuatu dengan sekarang&#8221;? apakah dengan alasan waktu yang diberikan sangat sedikit sehingga minta ditambah dengan satu jam misalnya, sehingga menjadi 25 jam.. kalau itu pasti tidak akan terjadi..Atau  juga kita sangat sibuk sekali sehingga tugas yang sebenarnya selesai dengan satu hari baisa selesai dengan beberapa hari &#8230; Ahh&#8230; alasan itu sangat bermacam-macam, sehingga menjadikan orang itu kreatif, tetapi salah penempatannya,,,,sehingga kita menjadi orang yang tidak punya waktu,, Aliyaaas &#8220;pangoleer&#8221; ia kan????</p>
<p>Jadi jangan sekali-kali kita bermain dengan waktu,, apabila kita menunda-nunda, maka hasilnya pun juga tertunda.. dengan gampang sekali saya ibaratkan,, seperti halnya si A mengerjakan dengan tepat waktu dan si B menunda-nunda pekerjaan, maka si A yang mengerjakan dengan terpat waktu, selesainyapun lebih cepat pula,sehingga dia bisa mengerjakan yang berikutnya, ataupun dia cuma ingin bersantai&#8230; Nah,, sebaliknya dengan si B, dia tidak bisa bersantai-santai seperti yang dilakukan si A..</p>
<p>Apabila kita menunda waktu maka klik on-Nya pun mulai aktif&lt;untuk menjadi Bomerang bagi dirinya sendiri&#8230;sehingga dia pun emnjadi gelabakan dengan dia buat, bahkan orang lainpun juga terkena imbasnya..</p>
<p>Jadi pelajaran yang bisa kita ambil, yaitu jangan menunda-nunda pekerjaan, maka dengan menunda pekerjaan, kitapun secara tidak langsung mebuat orang menjadi terbawa dengan kebodohan kita.. Dan juga janganlah menjadi orang yang merugi, karena serugi-ruginya orang adalah orang yang tidak menggunakan fikir dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin&#8230; jadi beruntunglah orang yang menggunakan fikir dan waktu,maka dia hidup di atas orang yang hidup&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=4&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/20/mulailah-dengan-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/17/hello-world/</link>
		<comments>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 06:50:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jiandausman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=1&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jiandausman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jiandausman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jiandausman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jiandausman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jiandausman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jiandausman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jiandausman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jiandausman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jiandausman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jiandausman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jiandausman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jiandausman.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jiandausman.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jiandausman.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jiandausman.wordpress.com&amp;blog=6615931&amp;post=1&amp;subd=jiandausman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jiandausman.wordpress.com/2009/02/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22d667971679f913bb31c7d24e3e470d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jiandausman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
