Alat-Alat Persenjataan
Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia:
- Senjata adalah alat yang digunakan untuk berkelahi atau berperang.
- Persenjataan adalah segala alat atau perlengkapan senjata.
Persenjataan dengan kata dasarnya senjata, dimana senjata merupakan sebuah benda yang digunakan untuk berperang, berkelahi, menjaga diri, dan juga kegiatan lain yang menyangkut dari benda itu sendiri. Jadi alat persenjataan adalah alat atau perlengkapan yang digunakan dalam keperluan tertentu baik itu untuk berperang, berkelahi, menjaga diri, berburu, dan lain-lain
Untuk zaman dulu ataupun zaman sekarang senjata atau persenjataan itu tidak mutlak hanya digunakan untuk berperang atau berkelahi saja, tetapi juga bisa digunakan untuk berburu, di samping persenjataan itu digunakan untuk berperang. Seperti contoh: yaitu Panah, Tombak, dan lain-lain. Dimana panah dan tombak itu bisa digunakan untuk berburu, seperti yang terlihat di dalam film-film Indonesia zaman dulu. Sedangkan untuk zaman sekarang, misalnya jenis-jenis senjata seperti parang, parang pinggang, yang dimana fungsinya itu bisa untuk bertani, yaitu untuk menebas semak-semak yang susah ditebas dengan alat lain, di samping juga bisa digunakan untuk berkelahi,dan lain-lain.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali mendengar, bahkan melihat tentang persenjataan dan bagai macam bentuk persenjataan. Baik persenjataaan yang ada ditempat kita sendiri dan juga persenjataan yang ada ditempat orang lain, melalui media internet, TV, dan juga buku-buku ataupun koran yang menyangkut tentang hal itu.
Pada kesempatan ini, saya akan mencoba menerka lebih detail alat-alat persenjataan yang ada di Kalimantan Selatan. Sehingga para pembaca bisa mengetahui dengan lebih jelas tentang persenjataan yang ada di Kalimantan Selatan, dan juga kegunaan dari masing-masing alat persenjataan.
1. Tombak
Adalah sebuah alat yang juga termasuk alat persenjataan yang dimiliki oleh orang Banjar. Tombak ini identik dengan peperangan pada zaman kerajaan sampai sekarang. Tombak ini tidak hanya digunakan untuk berperang namun juga digunakan untuk berburu.
Ciri-ciri Tombak:
- Panjang.
- Bilah atau Gagangnya terbuat dari kayu dan juga terbuat dari bambu.
- Mata Tombak yang terbuat dari besi dengan ujungnya runcing.
- Penyambungan antara gagang dengan mata tombak biasannya terbuat dari kuningan.
Kegunaan Tombak:
a. Untuk berperang
b. Untuk berburu
c. Untuk membunuh hewan buas, contoh: untuk jaga-jaga pada saat piara hewan ternak, hewan buas tersebut seperti biawak, anjing, dll.
d. Dll.
Cara penggunaannya:
a. Dengan cara di lempar ( seperti lempar lembing)
b. Ditumbukkan
2. Sarapang
Sarapang merupakan alat atau jenis persenjataan yang mirip dengan tombak yang juga banyak dimiliki orang Banjar. Adapun kegunaan dari Serapang ini juga sama dengan Tombak. Tetapi bentuk antara Tombak dengan Serapang memiliki perbedaan, yaitu khususnya pada mata Tombak.
Ciri-cirinya:
a. Panjang dengan bilahnya yang terbuat dari kayu atau bambu
b. Mata Serapang yang terdiri dari tiga mata, sedangkan dari tombak hanya hanya ada satu mata tombak saja
Kegunaannya:
a. Sebagai senjata untuk berburu, untuk mencari ikan.
b. Sebagai alat jaga-jaga, biasanya diletakkan di kamar si pemilik ( dirumah)
Cara penggunaan:
a. Dengan cara dilempar
b. Dengan cara ditumbukkan
- Parang
Parang Biasa merupakan sebuah alat persenjataan yang merupakan ciri khas dari daerah Kalimantan Selatan, seperti orang Banjar, orang Hulu Sungai, dan orang Pahuluan, dan juga urang Kotabaru, Tanah Laut, Batu Licin, dan lain-lain. Selain sebagai persenjataan bisa juga digunakan untuk bertani dan lain-lain.
1.Parang Biasa (Lantik)
Parang Biasa merupakan sebuah alat yang digunakan untuk bertani, selain fungsinya sebagai alat persenjataan.
Ciri-Cirinya:
a. berbentuk cekung ( panjang atau pendek)
b. Bahannya terbuat dari besi, biasanya besi yang digunakan, Pir Cacing, yaitu besi bekas dari Mobil dan juga Truk
c. Gagang atau pegangannya terbuat dari Kayu dan juga dasar dari pohon bambu, yang dibentuk menjadi pegangan parang tersebut
d. Mata parang berada di bawah/ sisi bawah
e. Kedua sisnya rata (pipih)
f. Berwarna hitam
g. Gagangnya di beri cincin berupa kuningan
Cara Penggunaan:
a. Dengan cara ditebaskan
b. Dengan cara dicincang
Cara mempertajam:
a. Dengan cara di asah ( dengan batu asahan)
b. Dengan cara di titik, biasanya dilakukan oleh tukang pandai besi
Kegunaannya:
a. Digunakan untuk memotong rumput ( manabas kumpai)
b. Menebang kayu dan juga memotong rotan
c. Marincah (mencincang rumput)
d. Sebagai perlindungan diri ( biasannya dibawa kedalam hutan pada saat mencari kayu)
2. Parang Panjang
Parang Panjang adalah merupakan alat atau senjata yang mirip dengan Mandau yang merupakan senjata tradisional Kal-Teng
Ciri-cirinya:
a. Panjang dan lurus (berbeda dengan parang biasa atau seperti parang kebannyakan)
b. Bahannya dari besi
c. Gagang atau pegangan terbuat dari kayu atau terbuat dari dasar pohon bambu
d. Mata parangnya berada dibawah atau sisi bawah
e. Kedua sisinya rata/pipih
f. Berwarna hitam
Cara mempertajam:
a. Dengan cara di asah ( dengan batu asahan)
b. Dengan cara di titik, biasanya dilakukan oleh tukang pandai besi
Cara penggunaan:
a.Ditebas
b.Ditetak
3.Parang Pinggang
Parang Pinggang, adalah parang yang sama jenisnya dengan parang panjang, tetapi bedannya hanya pada kumpang / sarung parang tersebut. Untuk parang panjang tidak disertai dengan kumpang. Sedangkan parang pinggang ini diserati kumpang. Mengapa demikian?, karena jenis parang ini sering berada di pinggang sipemakai. Adapun cirinya kurang lebih seperti jenis parang panjang, yaitu lurus, sedangklan parang biasa berbenutk cekung.
Kegunaan dari jenis parang ini adalah, adalah biasannya dibawa saat masuk keluar hutan, pada saat memanjat pohon kelapa dan pada saaat menyadap pohon Hanau (aren). Cara penggunaan kurang lebih seperti jenis-jenis parang yang lain. Tergantung kegiatan apa yang sedang dilakukan.
4.Parang Cangkuk
Yaitu parang yang digunakan untuk menebas
5.Parang Duyung
Yaitu parang yang digunakan untuk merumput di sawah
6.Parang Bungkul
Yaitu parang yang digunakan untuk memotong benda-benda yang cukup besar.
- Belayung
Belayung merupakan alat persenjataan tradisional Banjarmasin dan juga Belayung merupakan alat dari meramu. Meramu yaitu mencari hasil hutan, adapun hasil hutan yang cari, seperti rotan, damar lilin, dan berjenis-jenis kayu untuk bangunan, terutama kayu ulin, kayu lurus, dan lain-lain. Meramu merupakan pekerjaan sampingan dari penduduk desa Harakit khususnya dan orang Kal-Sel umumnya.
Belayung merupakan alat yang hampir mirip dengan kapak. Tangkai/gagang/pegangan Belayung bersifat elastis. Pemasangan matanyapun berbeda dengan pemasangan mata kapak. Mata belayung dipasang membujur tangkai Belayung, sedangkan mata kapak dipasang melintang dari tangkai kapak. Belayung merupakan alat yang paling penting dalam membuka lahan pertanian dan lain-lain.
- Keris
Keris adalah sejenis senjata tikam khas yang berasal dari Indonesia, atau mungkin lebih tepat Nusantara. Penggunaan keris sendiri tersebar di masyarakat rumpun Melayu. Pada masa sekarang, keris umum dikenal di daerah Indonesia (terutama di daerah Jawa, Madura, Bali/Lombok, Sumatra, sebagian Kalimantan ( Khususnya Kalimantan Selatan), serta sebagian Sulawesi). Tata cara penggunaan keris Sementara itu, di Sumatra, Kalimantan, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan. Penempatannya ini berbeda dengan keris yang ada di Jawa, yakni di tempatkan di depan.
Lukisan Pangeran Antasari yang memakai keris di depan.
Bilah keris tidak dibuat dari logam tunggal yang dicor tetapi merupakan campuran berbagai logam yang berlapis-lapis. Akibat teknik pembuatan ini, keris memiliki kekhasan berupa pamor pada bilahnya.
Bagian-bagian keris
a. Bilah atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. Wilah atau Mata Keris adalah bagian utama dari sebuah keris, dan juga terdiri dari bagian-bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan
b. Kumpang (sarung), sarung keris (bahasa Banjar : kumpang), adalah komponen keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, paling tidak karena bagian inilah yang terlihat secara langsung. Kumpang biasanya terbuat dari kayu ,seperti kayu jati, ulin, cendana, dan lain-lain.
c. Bagian pegangan keris atau ukiran
Keris memiliki berbagai macam bentuk, misalnya ada yang bilahnya berkelok-kelok (selalu berbilang ganjil) dan ada pula yang berbilah lurus. Orang menganggap perbedaan bentuk ini memiliki efek magis/esoteri yang berbeda.
Cara penggunaannya
Dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian, dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang).
Dalam perang, yang digunakan adalah keris wrangka gayaman , pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak, karena bentuknya lebih sederhana.
